DAKWAH MESSAGES IN THE FILM “TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA” BY HANUNG BRAMANTYO
DOI:
https://doi.org/10.65178/elfatih.v5i1.71Keywords:
Dakwah Messages, Religious Film, Semiotic Analysis, Spiritual TransformationAbstract
Penelitian Film sebagai salah satu produk budaya populer memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah secara kontekstual, komunikatif, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan dakwah yang terkandung dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa karya Hanung Bramantyo dengan pendekatan kualitatif melalui analisis semiotika dan naratologi. Film ini dipilih karena menampilkan kompleksitas kehidupan sosial yang dibalut dengan nilai-nilai keislaman yang tidak disampaikan secara dogmatis, tetapi melalui simbol, alur cerita, dan transformasi karakter. Penelitian ini menggunakan teori semiotika RolandBarthes untuk menggali makna simbolik yang terkandung dalam elemen visual dan narasi, serta teori naratologi Todorov dan Propp untuk menguraikan struktur cerita dan fungsi tokoh dalam penyampaian pesan moral. Selain itu, teori komunikasi dakwah digunakan untuk memahami esensi penyampaian pesan keislaman dalam konteks media massa, serta teori resepsi Stuart Hall sebagai pelengkap untuk melihat bagaimana pesan tersebut dimaknai secara beragam oleh khalayak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film inimengandung berbagai bentuk pesan dakwah, terutama dalam aspek akhlak dan spiritualitas. Pesan-pesan tersebut disampaikan melaluisimbol-simbol sinematik seperti pencahayaan, ekspresi tokoh, latar tempat, serta dialog yang mengandung nilai pertobatan, kesadaranakan dosa, dan pencarian hidayah. Narasi dalam film ini disusun sedemikian rupa untuk memperlihatkan konflik batin tokoh utama yang bertransformasi menuju pemahaman spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tuhan Izinkan Aku Berdosa berhasil menjadi media dakwah yang efektif karena mampu menyentuh ranah emosional penonton tanpa kehilangan esensi ajaran Islam.References
Aini, S., & Santosa, B. (2023). Pengaruh dzikir terhadap kesehatan mental santri di MTs Terpadu Pondok Pesantren Haji Abdul Karim Syu’aib. Journal of Educational Management and Strategy, 2(1), 11–20. https://doi.org/10.57255/jemast.v2i1.224
Amin, A. M., & Hidayat, M. (2024). Film Siksa Kubur sebagai medium diskursus sosial-agama: Menimbang representasi dan memaknai kritik. At-Tabsyir: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 11(2), 313–332. https://doi.org/10.21043/at-tabsyir.v11i2.30488
Azzahro, S. F., & Hendriyono. (2026). Interpretasi pesan dakwah film American Eid perspektif hermeneutik Schleiermacher. Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(1), 167–188. https://doi.org/10.55372/bilhikmahjkpi.v4i1.125
Boge, A. (2025). Pesan dakwah dalam film Lafran perspektif analisis semiotika (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Engel, D., & Salma, N. Z. (2024). Tinjauan literatur: Manfaat dzikir dalam regulasi emosi. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan, 3(4).
Farez, A. R. (2025). Pesan dakwah pada film Tuhan Izinkan Aku Berdosa karya Hanung Bramantyo (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Firdaus, B. N. (2025). Simbolisme dan makna kritik sosial dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa (Tinjauan semiotik Roland Barthes) (Doctoral dissertation, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan).
Handayani, N. D. (2020). Pesan dakwah dalam film animasi Nussa (Analisis semiotika Roland Barthes) (Skripsi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau).
Husin, F. (2019). Dzikir dalam Islam. Jurnal Ilmu Pengetahuan Teknologi & Seni, 11(2), 5–11.
Istiqomah, L. (2019). Analisis pesan dakwah dalam film Duka Sedalam Cinta (Doctoral dissertation, IAIN Bengkulu).
Jauza, M. H., & Walisyah, T. (2024). Analisis semiotika pesan dakwah dalam film Air Mata di Ujung Sajadah 2023 karya Ronny Irawan. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO, 9(3), 574–589. https://doi.org/10.52423/jikuho.v9i3.236
Muhamadi, H. (2025). Analisis pesan dakwah dalam film Waktu Maghrib. Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication, 5(2), 575–582. https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i2.21255
Mustary, E. (2021). Terapi relaksasi dzikir untuk mengurangi depresi. Indonesian Journal of Islamic Counseling, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.35905/ijic.v3i1.4845
Mustofa, M. B., Wuryan, S., & Rahmayeni, S. (2021). Telaah pesan dakwah dalam film Tilik (studi analisis semiotika). KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 13(2), 223–234. https://doi.org/10.20414/jurkom.v13i2.4561
Nastainu, F. D. (2024). Representasi konflik sosial dalam film Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
Novianto, F. A., & Mukhyar, M. (2024). Religiusitas dalam genre horor: Eksorsisme dan kekuatan spiritual di film Kuasa Gelap. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 20(2), 199–215.
Nugroho, F., & Santoso, B. (2019). Pesan-pesan dakwah dalam film Munafik 2 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Nurhikmah, N. (2024). Pesan dakwah dalam film animasi Omar dan Hana (Doctoral dissertation, IAIN Parepare).
Prasongko, W. A. (2025). Dakwah dalam nuansa horor: Narasi mistik dan religi pada film horor Indonesia. Repository Global Aksara Pers, 5(1). https://jurnal.globalaksarapers.com/index.php/repository/article/view/232
Pratiwi, A. F. (2018). Film sebagai media dakwah Islam. Aqlam: Journal of Islam and Plurality, 2(2). http://dx.doi.org/10.30984/ajip.v2i2.523
Prawira, A. (2025). Representasi komunikasi intrapersonal dalam film animasi dakwah (Analisis semiotika dalam film Nussa The Movie) (Doctoral dissertation, Universitas Malikussaleh).
Prawoto, A., & Fauzi, M. (2020). Pengaruh kegiatan berdzikir terhadap perilaku keagamaan santri di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto. MENARA TEBUIRENG: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 15(2), 139–164. https://doi.org/10.33752/menaratebuireng.v15i02.1378
Rafik, A. (2019). Pesan dakwah melalui media massa. Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam, 2(1), 67–75. https://doi.org/10.37567/syiar.v2i1.575
Ramadhan, N. (2024). Analisis semiotika tentang pesan moral dalam film “Ngeri-Ngeri Sedap” (Doctoral dissertation, UIN Sultan Syarif Kasim Riau).
Reyhan, M. (2024). Nilai-nilai dakwah pada film Buya Hamka (Doctoral dissertation, UIN Sultan Syarif Kasim Riau).
Rustandi, R., & Hendrawan, A. (2022). Konstruksi simbolik mubaligh pop pada film Sang Pencerah. Anida: Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah, 22(1), 22–44. https://doi.org/10.15575/anida.v22i1.18474
Sakhiyannor, S. (2015). Pesan dakwah dalam film My Name Is Khan (Analisis semiotik terhadap nilai-nilai Islam dalam film).
Sandyakala, M. C., Aliyudin, M., & Sambas, S. (2019). Film sebagai media dakwah: Analisis semiotika. Prophentica: Scientific and Research Journal of Islamic Communication and Broadcasting, 5(2), 133–154.
Sawitri, A., & Sazali, H. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pesan dakwah dalam film Perjalanan Pembuktian Cinta. Jurnal Cendekia Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam, 16(2), 423–442.
Sonang, H. (2025). Film sebagai media dakwah (Studi pesan dakwah film Kimetsu No Yaiba dalam tinjauan semiotika)(Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Sukma, G. M., Marzuki, A., & Fanshoby, M. (2023). Pesan dakwah dalam film Insya Allah SAH (Analisis semiotika Roland Barthes). Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 1(1), 38–46. https://doi.org/10.71029/bayyin.v1i1.9
Wahyudianto, A. (2017). Pesan dakwah pada web series Ramadhan Halal 2016 (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Wahyuningsih, S. (2019). Film dan dakwah: Memahami representasi pesan-pesan dakwah dalam film melalui analisis semiotik. Media Sahabat Cendekia.
Wina, W., & Ida, A. (2024). Metode dakwah Lembang Berdzikir di Masjid Besar Lembang. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 4(1), 67–72. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v4i1.3940



